Sabtu, 02 Maret 2013

air sama minyak ga pernah akur

kenapa harus ada prinsip? kalau ujung-ujungnya tidak tercapai impian
kenapa harus ada komitmen? kalau ujung-ujungnya tidak dapat disatukan
kenapa harus ada perjanjian? kalau ujung-ujungnya tidak satu tujuan

kenapa harus ada musyawarah? jika tidak ada sebuah mufakat
kenapa harus ada diskusi? jika tidak ada sebuah jawaban
kenapa harus ada urun rembuk? jika tidak ada sebuah hasil pikiran
dan kenapa harus ada perundingan? jika hanya menuai CEKCOK semata


ya begitulah manusia...
hidup pada sebuah habitat, ekosistem, atau lingkungan, yang memiliki banyak makhluk hidup yang bersarang di dalamnya terkadang selalu menuai pro dan kontra. hidup memang tidak selamanya berjalan mulus seperti paha para modeling cantik kelas tinggi harga selangit #halah
apalagi disekitar kita selalu ada makhluk-makhluk yang berpola pikir entah itu cerdas, spesifik, unik, konyol, absurd, random, monoton, tajam, aktual, dan terpercaya ataupun dengan prinsip alur maju ataupun mundur, kanan kiri depan belakang, oke! (seperti kata warkop). yah begitulah manusia..
manusia adalah makhluk sempurna yang diciptakan Tuhan dengan akal pikiran yang telah dikaruniai olehNYA.
jadi wajar saja jika ,,

setiap manusia selalu memiliki pendapat
setiap manusia selalu memilki keinginan
dan setiap manusia selalu memilki EGO
itu semua merupakan NALURI

karena ..

hidup adalah sebuah pilihan, dimana seseorang manusia harus bisa memilih mana yang terbaik dari pilihan yang ada dihadapannya, dengan melihat resiko yang akan diterimanya dan bagaimana pengaruh terhadap makhluk yang ada disekitarnya, maka dari itu manusia tidak disarankan untuk membesarkan EGO masing-masing

banyak penjabat-penjabat bentrok karena masalah sepele dalam musyawarah, hal ini sangat konyol karena makhluk berpendidikan bisa menuai emosi hanya saja masalah sepele, ini manusia atau hewan? hewan saja bisa rukun, kenapa manusia tidak?

kenapa ada sebuah group? jika didalamnya terdapat group-group kecil yang menuai perpecahan
kenapa ada sebuah kelompok? jika didalanya terdapat kelompok-kelompok kecil yang menumbuhkan perceraian

hewan juga makluk hidup yang kadang hidup berkelompok. mencari makan bersama-sama namun, mereka mampu hidup rukun dengan menjalankan sebuah prinsip untuk satu tujuan.

jika hewan mampu hidup RUKUN? kenapa MANUSIA tidak?

sungguh sebuah ironi .. hal konyol.. konyol-konyol koder..
jawabannya singkat, karena EGO dan perbedaan pendapatlah yang bisa mencetus perselisihan..
sehingga menimbulkan efek samping yakni ketidak eratan atau tidak dapat bersatu meskipun dipersatukan.. seperti AIR dan MINYAK..

jika ada manusia yang tidak pernah akur dalam kehidupan, apakah layak disebut sebagai manusia yang kalah dengan kehidupan hewan?
menurut gue ._. iya kali hahaha :pp